Ari Muladi menjadi saksi kunci kasus dalam kasus dugaan suap terhadap Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto. Untuk proses perlindungan dan pembelaan, ada 50 orang pengacara yang siap mendampinginya.
"Advokat yang bergabung sementara ini berjumlah kurang lebih 50 orang," ujar koordinator tim pembela Sugeng Teguh Santoso kepada detikcom, Minggu (8/11/2009).
Menurut Sugeng, tim tersebut bernama Tim Pembela Suara Rakyat Anti Kriminalisasi untuk mendampingi dan membela Ari Muladi. Beberapa anggota yang tergabung adalah Petrus Selestinus, Dwi Ria Latifa, Saor Siagian, Yanuar Prawira Wasesa, Carel Ticoalu, Pilipus Tarigan, dan Daniel Tonapa Masiku.
Sugeng juga menambahkan, Ari akan kembali diperiksa hari ini oleh Mabes Polri. Ia akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus Chandra dan Bibit.
Sebelumnya, Ari juga sudah meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Namun, hingga hari ini belum ada keputusan terkait perlindungan bagi pria berkumis ini.
Ari merupakan saksi kunci dalam kasus dugaan penyuapan terhadap pimpinan KPK. Ari mengaku diperintah oleh Anggodo Widjojo adik buronan KPK Anggoro Widjojo untuk menyerahkan sejumlah uang kepada pimpinan KPK.
Awalnya Ari dalam pemeriksaan mengaku telah menyerahkan uang tersebut langsung kepada pimpinan KPK. Namun belakangan keterangan tersebut dicabut dan mengaku kalau uang tidak serahkan secara langsung tetapi melalui perantara Yulianto.
Penyerahan uang kepada Yulianto dilakukan melalui tiga tahap pertama diberikan sekitar bulan Juli atau agustus 2008 di Bakoel Koffie, Apartemen Bellagio sebesar Rp 3,750 miliar, tahap kedua diserahkan di depan Lobi Bellagio, sedangkan tahap ketiga penyerahannya dilakukan di sekitar Jl Denpasar Raya, tepatnya di Wisma Karya , Trattoria Cafe sejumlah Rp 1 miliar.
Sarah Azhari, Sering Dapat Ajakan Kencan Lewat Internet
Bagi selebriti tenar nan sexy sekelas Sarah Azhari mencari pasangan tentu bukanlah hal yang susah. Tapi apakah blogger yang mengaku baru belajar menulis itu tertarik dengan mencari jodoh lewat internet?
"Lucu juga, dan saya punya teman yang seperti itu, berawal dari kenalan di dunia maya," ujarnya saat ditanya apakah ia berminat mencari jodoh sembari menyalurkan hobi barunya menulis blog.
"Dan kalau jodoh saya lewat internet kenapa tidak? Tapi saya tidak punya niat untuk itu," tambahnya menegaskan.
Ditemui KapanLagi.com di JHCC, Senayan (7/11) malam, Sarah lantas mengungkap, jika ia sebenarnya kerap mendapatkan ajakan kencan via internet.
"Ada juga yang ngajak saya kencan, tapi saya anggap becanda dan kita harus anggap siapa pun dengan baik dan sopan," ungkapnya.
Selanjutnya, biduanita yang telah merilis dua album tersebut nampaknya juga punya cara pandang sendiri menyoal kontroversi yang kerap dirasakannya, saat berurusan dengan kasus di dunia maya.
"Kita lihat sifatnya merugikan atau tidak, buat saya berinternet harus sehat aja dan harus kita konsultasikan sama pihak hukum," tandasnya.
"Lucu juga, dan saya punya teman yang seperti itu, berawal dari kenalan di dunia maya," ujarnya saat ditanya apakah ia berminat mencari jodoh sembari menyalurkan hobi barunya menulis blog.
"Dan kalau jodoh saya lewat internet kenapa tidak? Tapi saya tidak punya niat untuk itu," tambahnya menegaskan.
Ditemui KapanLagi.com di JHCC, Senayan (7/11) malam, Sarah lantas mengungkap, jika ia sebenarnya kerap mendapatkan ajakan kencan via internet.
"Ada juga yang ngajak saya kencan, tapi saya anggap becanda dan kita harus anggap siapa pun dengan baik dan sopan," ungkapnya.
Selanjutnya, biduanita yang telah merilis dua album tersebut nampaknya juga punya cara pandang sendiri menyoal kontroversi yang kerap dirasakannya, saat berurusan dengan kasus di dunia maya.
"Kita lihat sifatnya merugikan atau tidak, buat saya berinternet harus sehat aja dan harus kita konsultasikan sama pihak hukum," tandasnya.
Tidak Ada Korban Meninggal Akibat Gempa Bima
Mataram (ANTARA) - Kepolisian Resort Bima, NTB, membantah informasi ada korban meninggal akibat gempa berkekuatan 6,7 Skala Richter pada Senin (9/11) sekitar pukul 03.41 Wita di Bima, 28 km barat laut Raba ibu kota Kota Bima.
Kapolres Bima AKBP Catur Abrianto yang dihubungi dari Mataram mengatakan pihaknya belum mendapat laporan mengenai adanya korban jiwa akibat gempa yang mengguncang Bima tersebut.
"Memang ada sejumlah korban yang menderita luka parah dan kini sedang dirawat di rumah sakit," katanya.
Ia mengatakan pihaknya hingga kini belum mendapat laporan mengenai korban meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang Bima, informasi itu bersumber dari masyarakat dan setelah dicek ternyata tidak benar.
"Saya juga sudah mengklarifikasi mengenai berita yang disiarkan media massa itu," katanya sekaligus membantah informasi mengenai dua korban meninggal dunia.
Informasi sementara yang diperoleh Polres Bima menyebutkan tercatat enam korban menderita luka berat, tiga di antaranya masih dalam kondisi koma yagt kini sedang mendapat perawatan intensif di RSUD Bima.
Menurut dia gempa yang mengguncang Bima itu juga mengakibatkan sejumlah bangunan rusak berat, namun belum ada data resmi mengenai jumlahnya, dan kini sedang dilakukan pendataan.
Kepala Bagian Humas Pemkab Bima Abdul Wahab juga membantah informasi mengenai dua korban meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang kabupaten di ujung timur Provinsi NTB itu.
"Menurut informasi yang saya peroleh di lapangan ada dua kecamatan paling parah, yakni Kecamatan Suramandi dan Ambalawe karena wilayah tersebut berada paling dekat dengan pusat gempa. Saya bersama bupati sedang berada di lapangan," katanya.
Menurut data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMG) Selaparang Mataram menyebutkan lokasi gempa berada pada 8,24 lintang selatan, 118,65 bujur timur dengan kedalaman 25 km di bawah permukaan laut.
Pusat gempa berada pada 139 km barat laut Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), 139 km laut Sumbawa Besar, NTB, 206 km barat laut Ruteng, NTT dan 208 km timur laut Taliwang, Sumbawa Barat, NTB.
Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Kapolres Bima AKBP Catur Abrianto yang dihubungi dari Mataram mengatakan pihaknya belum mendapat laporan mengenai adanya korban jiwa akibat gempa yang mengguncang Bima tersebut.
"Memang ada sejumlah korban yang menderita luka parah dan kini sedang dirawat di rumah sakit," katanya.
Ia mengatakan pihaknya hingga kini belum mendapat laporan mengenai korban meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang Bima, informasi itu bersumber dari masyarakat dan setelah dicek ternyata tidak benar.
"Saya juga sudah mengklarifikasi mengenai berita yang disiarkan media massa itu," katanya sekaligus membantah informasi mengenai dua korban meninggal dunia.
Informasi sementara yang diperoleh Polres Bima menyebutkan tercatat enam korban menderita luka berat, tiga di antaranya masih dalam kondisi koma yagt kini sedang mendapat perawatan intensif di RSUD Bima.
Menurut dia gempa yang mengguncang Bima itu juga mengakibatkan sejumlah bangunan rusak berat, namun belum ada data resmi mengenai jumlahnya, dan kini sedang dilakukan pendataan.
Kepala Bagian Humas Pemkab Bima Abdul Wahab juga membantah informasi mengenai dua korban meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang kabupaten di ujung timur Provinsi NTB itu.
"Menurut informasi yang saya peroleh di lapangan ada dua kecamatan paling parah, yakni Kecamatan Suramandi dan Ambalawe karena wilayah tersebut berada paling dekat dengan pusat gempa. Saya bersama bupati sedang berada di lapangan," katanya.
Menurut data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMG) Selaparang Mataram menyebutkan lokasi gempa berada pada 8,24 lintang selatan, 118,65 bujur timur dengan kedalaman 25 km di bawah permukaan laut.
Pusat gempa berada pada 139 km barat laut Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), 139 km laut Sumbawa Besar, NTB, 206 km barat laut Ruteng, NTT dan 208 km timur laut Taliwang, Sumbawa Barat, NTB.
Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Tidak Ada Korban Meninggal Akibat Gempa Bima
Mataram (ANTARA) - Kepolisian Resort Bima, NTB, membantah informasi ada korban meninggal akibat gempa berkekuatan 6,7 Skala Richter pada Senin (9/11) sekitar pukul 03.41 Wita di Bima, 28 km barat laut Raba ibu kota Kota Bima.
Kapolres Bima AKBP Catur Abrianto yang dihubungi dari Mataram mengatakan pihaknya belum mendapat laporan mengenai adanya korban jiwa akibat gempa yang mengguncang Bima tersebut.
"Memang ada sejumlah korban yang menderita luka parah dan kini sedang dirawat di rumah sakit," katanya.
Ia mengatakan pihaknya hingga kini belum mendapat laporan mengenai korban meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang Bima, informasi itu bersumber dari masyarakat dan setelah dicek ternyata tidak benar.
"Saya juga sudah mengklarifikasi mengenai berita yang disiarkan media massa itu," katanya sekaligus membantah informasi mengenai dua korban meninggal dunia.
Informasi sementara yang diperoleh Polres Bima menyebutkan tercatat enam korban menderita luka berat, tiga di antaranya masih dalam kondisi koma yagt kini sedang mendapat perawatan intensif di RSUD Bima.
Menurut dia gempa yang mengguncang Bima itu juga mengakibatkan sejumlah bangunan rusak berat, namun belum ada data resmi mengenai jumlahnya, dan kini sedang dilakukan pendataan.
Kepala Bagian Humas Pemkab Bima Abdul Wahab juga membantah informasi mengenai dua korban meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang kabupaten di ujung timur Provinsi NTB itu.
"Menurut informasi yang saya peroleh di lapangan ada dua kecamatan paling parah, yakni Kecamatan Suramandi dan Ambalawe karena wilayah tersebut berada paling dekat dengan pusat gempa. Saya bersama bupati sedang berada di lapangan," katanya.
Menurut data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMG) Selaparang Mataram menyebutkan lokasi gempa berada pada 8,24 lintang selatan, 118,65 bujur timur dengan kedalaman 25 km di bawah permukaan laut.
Pusat gempa berada pada 139 km barat laut Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), 139 km laut Sumbawa Besar, NTB, 206 km barat laut Ruteng, NTT dan 208 km timur laut Taliwang, Sumbawa Barat, NTB.
Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Kapolres Bima AKBP Catur Abrianto yang dihubungi dari Mataram mengatakan pihaknya belum mendapat laporan mengenai adanya korban jiwa akibat gempa yang mengguncang Bima tersebut.
"Memang ada sejumlah korban yang menderita luka parah dan kini sedang dirawat di rumah sakit," katanya.
Ia mengatakan pihaknya hingga kini belum mendapat laporan mengenai korban meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang Bima, informasi itu bersumber dari masyarakat dan setelah dicek ternyata tidak benar.
"Saya juga sudah mengklarifikasi mengenai berita yang disiarkan media massa itu," katanya sekaligus membantah informasi mengenai dua korban meninggal dunia.
Informasi sementara yang diperoleh Polres Bima menyebutkan tercatat enam korban menderita luka berat, tiga di antaranya masih dalam kondisi koma yagt kini sedang mendapat perawatan intensif di RSUD Bima.
Menurut dia gempa yang mengguncang Bima itu juga mengakibatkan sejumlah bangunan rusak berat, namun belum ada data resmi mengenai jumlahnya, dan kini sedang dilakukan pendataan.
Kepala Bagian Humas Pemkab Bima Abdul Wahab juga membantah informasi mengenai dua korban meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang kabupaten di ujung timur Provinsi NTB itu.
"Menurut informasi yang saya peroleh di lapangan ada dua kecamatan paling parah, yakni Kecamatan Suramandi dan Ambalawe karena wilayah tersebut berada paling dekat dengan pusat gempa. Saya bersama bupati sedang berada di lapangan," katanya.
Menurut data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMG) Selaparang Mataram menyebutkan lokasi gempa berada pada 8,24 lintang selatan, 118,65 bujur timur dengan kedalaman 25 km di bawah permukaan laut.
Pusat gempa berada pada 139 km barat laut Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), 139 km laut Sumbawa Besar, NTB, 206 km barat laut Ruteng, NTT dan 208 km timur laut Taliwang, Sumbawa Barat, NTB.
Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Friday, November 6, 2009
petualangan sang dubber! part 1
Kisah ini dimulai ketika aku, ainani, elda, dan adel lagi bingung ngurusin lagu yang akan didubbing buat demo ekskul di sekolah.
Yah, kami langsung teringat kepada kak shera, sang supersenior dan putri dari pemilik radio momea fm.
Pada saat itu juga kami langsung minta ke kak shera buat didubbingin lagunya dan katanya "oke nanti ya jam setengah 3"
Otomatis kami seneng bukan kepalang. Siangnya kami langsung meminta izin ke pak parmin dan alhamdulillah diijinin buat meninggalkan kbm
Nunggulah kami dari jam 1 diuks. Pas jam 2 kak shera sms
"Dek maaf ya, hari ini ada dj hunt di momea jadi kalian ga bisa ngedubbing. Sorry ya"
Gelegar!!!! Kami kaget bukan main
Duh bagaimana ni.!??!!!???
Langsung tanpa pikir panjang kami nelpon kak kiki dan kata kak kiki kita disuruh dubbing di r radio atau ga di oz aj
Dikasih nama dan nomor marketing ke 2 radio itu
Langsung kami nelpon taxi walaupun kami sadar duit kami tuu dikittttt banget. Maklumlah kantong pelajar.
Nunggu lama akhirnya mang taxi itu dateng juga.
Langsung kita minta ke r radio
" Pak berapa ke r radio?"
"50ribu aja dek"
" Kurangin dong pakkkkk"
" Yah gak bisa dek"
"Ya uda la"
Nyampe deh kita ke r radio
Langsung kami masuk ke r radio dan ketemu sama resepsionisny
"Mas kita mau ngedubbing dong...."
Dan masnya pun menjawab.............
Bersambung....
Yah, kami langsung teringat kepada kak shera, sang supersenior dan putri dari pemilik radio momea fm.
Pada saat itu juga kami langsung minta ke kak shera buat didubbingin lagunya dan katanya "oke nanti ya jam setengah 3"
Otomatis kami seneng bukan kepalang. Siangnya kami langsung meminta izin ke pak parmin dan alhamdulillah diijinin buat meninggalkan kbm
Nunggulah kami dari jam 1 diuks. Pas jam 2 kak shera sms
"Dek maaf ya, hari ini ada dj hunt di momea jadi kalian ga bisa ngedubbing. Sorry ya"
Gelegar!!!! Kami kaget bukan main
Duh bagaimana ni.!??!!!???
Langsung tanpa pikir panjang kami nelpon kak kiki dan kata kak kiki kita disuruh dubbing di r radio atau ga di oz aj
Dikasih nama dan nomor marketing ke 2 radio itu
Langsung kami nelpon taxi walaupun kami sadar duit kami tuu dikittttt banget. Maklumlah kantong pelajar.
Nunggu lama akhirnya mang taxi itu dateng juga.
Langsung kita minta ke r radio
" Pak berapa ke r radio?"
"50ribu aja dek"
" Kurangin dong pakkkkk"
" Yah gak bisa dek"
"Ya uda la"
Nyampe deh kita ke r radio
Langsung kami masuk ke r radio dan ketemu sama resepsionisny
"Mas kita mau ngedubbing dong...."
Dan masnya pun menjawab.............
Bersambung....
Thursday, November 5, 2009
Australia Bentuk Komisi Khusus Selidiki Kebocoran Minyak
Canberra: Menteri Sumber Daya Australia Martin Ferguson menyatakan akan membentuk komisi penyelidikan, terkait kebocoran kilang minyak milik perusahaan PTTEP Austral-Asia Limited yang meluber hingga ke Laut Timor. Komisi yang dipimpin mantan Wakil Menteri Lingkungan dan Kebudayaan itu nantinya akan bertugas mengkaji sebab dan penanganan kebocoran kilang minyak.
Sementara itu, ribuan karyawan pabrik Opel di Jerman berunjuk rasa di depan kantor pusat raksasa otomotif General Motors. Ini dilakukan guna memprotes keputusan pembatalan rencana penjualan unit Opel kepada produsen suku cadang asal Kanada, Magna Grup. Mereka cemas karena keputusan untuk mempertahankan saham Adam Opel GMBH dan mengajukan restrukturisasi akan berujung pada pemecatan puluhan ribu karyawan Opel yang tersebar di tujuh negara Eropa.
Di Jalur Gaza, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menyatakan, dirinya tidak akan mencalonkan diri lagi pada bursa pemilihan umum Januari 2010 mendatang. Hal ini terkait dengan tidak adanya kemajuan berarti dalam proses damai dengan Israel. Abbas juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pembangunan permukiman warga Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang terus dilakukan Pemerintah Israel.
Di Asia, Thailand dan Kamboja saling menarik duta besarnya dari kedua negara menyusul ditunjuknya mantan Perdana Mentri Thailand,Thaksin Shinawatra sebagai penasihat PM dan Raja Kamboja. Thailand telah lama menentang dukungan Kamboja terhadap Thaksin karena di negerinya ia tengah diburu terkait kasus korupsi.
Sementara itu, ribuan karyawan pabrik Opel di Jerman berunjuk rasa di depan kantor pusat raksasa otomotif General Motors. Ini dilakukan guna memprotes keputusan pembatalan rencana penjualan unit Opel kepada produsen suku cadang asal Kanada, Magna Grup. Mereka cemas karena keputusan untuk mempertahankan saham Adam Opel GMBH dan mengajukan restrukturisasi akan berujung pada pemecatan puluhan ribu karyawan Opel yang tersebar di tujuh negara Eropa.
Di Jalur Gaza, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menyatakan, dirinya tidak akan mencalonkan diri lagi pada bursa pemilihan umum Januari 2010 mendatang. Hal ini terkait dengan tidak adanya kemajuan berarti dalam proses damai dengan Israel. Abbas juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pembangunan permukiman warga Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang terus dilakukan Pemerintah Israel.
Di Asia, Thailand dan Kamboja saling menarik duta besarnya dari kedua negara menyusul ditunjuknya mantan Perdana Mentri Thailand,Thaksin Shinawatra sebagai penasihat PM dan Raja Kamboja. Thailand telah lama menentang dukungan Kamboja terhadap Thaksin karena di negerinya ia tengah diburu terkait kasus korupsi.
Subscribe to:
Posts (Atom)